Artikel ini saya buat agar kita lebih mengenal sosok Nabi Muhammad SAW dan siapa beliau sebenarnya .Mungkin selama ini bagi teman teman yang muslim ada yang belum sempat mengenal beliau dari dekat maka artikel ini mudah mudahan akan menjadi motifasi agar kita dapat lebih mengenal sosok beliau yangh sempurna , atau bagi teman teman non muslim yang hanya mendengar keterangan tentang sosok beliau dari pihak pihak yang antipati terhadap beliau maka artikel ini mungkin akan membuka cakrawala baru tentang siapa sebenarnya the final prophet Nabi muhamad SAW itu sehingga tidak terjadi salah pengenalan terhadap beliau
Nah , untuk ini saya nukilkan sebuah kisah tentang sifat sifat suci Sang Rasul Akhir Jaman ini yang ditulis Jalaluddin Rumi dalam buku Al-Matsnawi.
Pada suatu hari di mesjid, Rasul kedatangan serombongan kafir (-Red Orang non muslim ) yang meminta untuk bertamu. Mereka berkata, “Kami ini datang dari jarak yang jauh, kami ingin bertamu kepada Engkau, Ya Rasulullah.” Lalu Rasul mengantarkan para tamu tersebut kepada para sahabatnya. Salah seorang kafir yang bertubuh besar seperti raksasa tertinggal di mesjid, karena tidak ada seorang sahabat pun yang mau menerimanya. Dalam syair itu disebutkan, ia tertinggal di mesjid seperti tertinggalnya ampas di dalam gelas.Lalu Rasul membawa dan menempatkannya di sebuah rumah. Dia diberi jamuan susu dengan mendatangkan tiga ekor kambing dan seluruh susu itu habis diminumnya. Dia juga menghabiskan makanan untuk delapan belas orang, sampai orang yang ditugaskan melayani dia jengkel. Akhirnya petugas itu menguncinya di dalam. Tengah malam, orang kafir itu menderita sakit perut. Dia hendak membuka pintu tapi pintu itu terkunci. Ketika rasa sakit tidak tertahankan lagi, akhirnya orang itu mengeluarkan kotoran di rumah itu.
Setelah itu, ia merasa malu dan terhina. Seluruh perasaan bergolak dalam pikirannya. Dia menunggu sampai menjelang subuh dan berharap ada orang yang akan membukakan pintu. Pada saat subuh dia mendengar pintu itu terbuka, segera saja dia lari keluar. Yang membuka pintu itu adalah Rasulullah saw.
Rasul tahu apa yang terjadi kepada orang kafir itu. Ketika Rasul membuka pintu itu, Rasul sengaja bersembunyi agar orang kafir itu tidak merasa malu untuk meninggalkan tempat tersebut.
Ketika orang kafir itu sudah pergi jauh, dia teringat bahwa azimatnya tertinggal di rumah itu. Jalaluddin Rumi berkata, “Kerasukan mengalahkan rasa malunya. Keinginan untuk memperoleh barang yang berharga menghilangkan rasa malunya.” Akhirnya dia kembali ke rumah itu.
Sementara itu, seorang sahabat membawa tikar yang dikotori oleh orang kafir itu kepada Rasul, “Ya Rasulullah, lihat apa yang dilakukan oleh orang kafir itu!” Kemudian Rasul berkata, “Ambilkan wadah, biar aku bersihkan.” Para sahabat meloncat dan berkata, “Ya Rasulullah, engkau adalah Sayyidul AnĂ¢m. Tanpa engkau tidak akan diciptakan seluruh alam semesta ini. Biarlah kami yang membersihkan kotoran ini. Tidak layak tangan yang mulia seperti tanganmu membersihkan kotoran ini.” “Tidak,” kata Rasul, “ini adalah kehormatan bagiku.” Para sahabat berkata, “Wahai Nabi yang namanya dijadikan sumpah kehormatan oleh Allah, kami ini diciptakan untuk berkhidmat kepadamu. Kalau engkau melakukan ini, maka apalah artinya kami ini.”
Begitu orang kafir itu datang ke tempat itu, dia melihat tangan Rasulullah saw yang mulia sedang membersihkan kotoran yang ditinggalkannya. Orang kafir tidak sanggup menahan emosinya. Ia memukul-mukul kepalanya sambil berkata, “Hai kepala yang tidak memiliki pengetahuan.” Selanjutnya, dia memukul-mukul dadanya sambil berkata, “Hai hati yang tidak pernah memperoleh berkas cahaya.”
Nah mungkin dari sekelumit sejarah sang Nabi tersebut anda dapat berfikir lebih jernih , terutama kepada yang antipati kepada beliau , pantaskah seorang yang mempunyai sifat yang sangat mulia sehingga walaupun beliau adalah seorang Rasul Allah , tapi karena kemuliaan sifat sifatnya dan kerendahan hatinya beliau mau membersihkan kotoran seseorang dengan tangannya sendiri karena dia ingin memuliakan tamunya walaupun tamunya itu orang kafir sekalipun , pantas mendapatkan perlakuan seperti yang dilakukan oleh orang orang yang antipati terhadap beliau misalnya dengan memgambarkan beliau sebagai kartun dengan surban yang berisi bom dan lain sebagainya .
Masya Allah , semoga kita diberi nikmat oleh Allah SWT ddengan nikmat mengenal dan menscintai beliau Rasul Allah SWT


1 komentar:
Ass wrt wbt terima kasih pencerahaannya, bila berkenan saya ijin copas utk berbagi. dmk sdr Bimashakti tks wass wrt wbt
Posting Komentar